Kemanisan
IMAN itu sering berada di sebalik ujian emosi, perasaan, fizikal atau
mental. Jika kita berjaya melepasi ujian itu, KEMANISAN iman &
ibadah akan mula TERASA. Justeru, jangan BENCIKAN ujian tetapi kuatkan
diri & jiwa untuk meredhainya. Bayangkan ia hanya pedih, sedih,
murung, sakit SEBENTAR di dunia bagi menempah BAHAGIA KEKAL. Jika gagal
dalam ujian, na'uzubillah..taubat sentiasa terbuka selagi nyawa belum di
kerongkong.
Penghulu Segala Bicara
Friday, 29 November 2013
Ramai Para Wanita Ke Neraka.. Disebabkan ?
Para
wanita, Nabi pernah mengatakan banyaknya ahli neraka di kalangan wanita
disebabkan ( يكفرن العشير ويكفرن الإحسان) iaitu enggan melayani suami
& enggan bersyukur akan kebaikan suami. Itu sebenarnya indikasi
wanita DIUJI dengan emosinya, emosi yang tidak terkawal membawa ramai
wanita ke neraka. Emosi juga yang membawa wanita tidak mahu layan suami,
minta cerai, nafikan kebaiakan suami etc. Justeru, mujahadah wanita
adalah pada KAWALAN EMOSI, mujahadah lelaki pula adalah pada
ketahananannya terhadap 'wanita' & karenahnya. Wanita Solehah
sentiasa emosinya menuruti iman dan aqalnya.
Hari Yang Paling Baik
Rasulullah
صلى الله عليه وسلم Bersabda: “Hari paling baik di mana matahari terbit
pada hari itu adalah hari Jumaat, pada hari itu Adam Alaihissallam
diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam syurga,
serta diturunkan dari syurga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi
pada hari tersebut terdapat suatu waktu di mana tidaklah seorang mukmin
solat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali
Allah akan mengabulkan permintaannya.” (HR. Muslim)
Apa Itu Islam ?
"Islam
kita adalah merangkumi urusan-urusan jemaah (masyarakat). Ia adalah
satu-satunya sistem hidup yang lengkap dan sempurna. Satu pemerintahan
dan perundangan Islam. Satu daulah dan negara. Islam kita adalah jihad
dan satu umat. Inilah fahaman yang benar dan sahih terhadap Islam.
Fahaman itulah yang mengajarkan kita berbagai tanggungjawab dan
kewajipan yang meliputi kita. Wajiblah kita menyempurnakan dan
melaksanakannya kerana ianya telah diperintahkan oleh Allah (s.w.t).
Dengan pelaksanaan itu dapat dibangunkan satu masyarakat manusia
berasaskan kaedah-kaedah atau dasar-dasar Islam di dalam segala jurusan;
sama ada dari segi politik, ekonomi, perundangan, kemasyarakatan dan
seterusnya. Kita mestilah memahami bahawa Islam ini mewajibkan kita
berusaha dan berjuang dengan bersungguh-sungguh supaya Islam berkuasa di
muka bumi. Firman Allah Taala: "...sehingga tidak ada lagi fitnah dan
(sehingga) agama itu hanya untuk Allah semata-mata." (Al-Baqarah: 193)" -- Sheikh Mustafa Masyhur (rah.)
Sedarkah Kita..?
Sedarkah kita..?
"apa yg kita sebarkan, kita perlu amalkan"
Seperti dalam surah As-Saff ayat 2-3, Allah berfirman..
Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya (2).
Amat besar kebenciannya di sisi Allah - kamu memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya (3).
Sama2 lah kita muhasabah & perbaiki diri kita..
"apa yg kita sebarkan, kita perlu amalkan"
Seperti dalam surah As-Saff ayat 2-3, Allah berfirman..
Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya (2).
Amat besar kebenciannya di sisi Allah - kamu memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya (3).
Sama2 lah kita muhasabah & perbaiki diri kita..
Bersabar Itu Indah
Sepanjang kehidupan kita, ujian & cobaan datang silih berganti
karena makna kehidupan itu sendiri adalah bagaimana menghadapinya. Ujian
& cobaan kehidupan adalah tantangan yang akan memilah mana orang
yang tahan uji dan mana orang yang lemah, Mana orang yang beriman dan
mana orang tidak beriman. Bagi seorang mukmin kehidupan akan selalu
mendatangkan keberuntungan karena ia bersyukur ketika memperoleh nikmat
dan bersabar ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya orang tak beriman
selalu tak beruntung, ketika memperoleh nikmat ia lupa diri dan ketika
menghadapi kesulitan berat ia lupa ingatan. Sabar ialah tabah hati tanpa
mengeluh dalam menghadapi cobaan dan rintangan, dalam jangka waktu
tertentu, dalam rangka mencapai tujuan. Islam mengajarkan bersabar itu
indah.
Pertama, tahan ketika menghadapi hantaman pertama. Rasulullah pernah bersabda, Innamassabru indassad matil uulaa. Artinya: Sabar yang sesungguhnya ialah ketika menghadapi hantaman pertama.
Kedua, ketika ditimpa musibah, segera mengingat Allah dan mohon ampunannya. Firman Allah, ‘(Orang-orang yang sabar ialah) mereka yang ketika ditimpa musibah, berkata, ‘sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Nya.’ (al Baqarah: 156).
Ketiga, tidak menampakkan musibahnya kepada orang lain, seperti yang dicontohkan oleh istri Abu Talkhah (Ummu Sulaim) ketika ditinggal mati anaknya. (dikisahkan dalam hadis Riwayat Muslim).
Keempat, sabar menghadapi semua cobaan dengan ikhlas kepada Allah. Allah berfirman dalam hadis Qudsy, ‘HambaKu yang mukmin, yang bersabar dengan pasrah kepadaKu ketika kekasihnya Aku panggil kembali (mati), kepadanya tak ada balasan yang layak dari Ku selain surga.’ (HR. Bukhari)
Orang Terbaik
keyword: kultum singkat, kultum pendek, kultum tentang sabar, contoh
kultum, kumpulan ceramah pendek, kumpulan ceramah singkat, kumpulan
kultum singkat, kultum lucu, kultum singkat tentang sabar, kumpulan
ceramah islam, contoh ceramah pendek, kultum islam singkat, kultum
tentang ikhlas, kumpulan kultum terbaik, Contoh kultum pendek, kultum
singkat islam, Dakwah singkat, kultum singkat tentang ikhlas, contoh
ceramah singkat islam, kultum islami singkat, contoh kultum tentang
sabar, kultum sabar, contoh kultum tentang ikhlas, kultum tentang
kesabaran, konsep kultum, ceramah agama islam tentang kesabaran,
tausiyah islami terbaik, kultum sabar itu indah, kultum singkat terbaik,
kultum agama islam singkat
Keutamaan Berdoa
"Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan
Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri
dari ibadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina
dina". (TQS. Ghâfir [40]: 60)
Pernahkah Anda berpikir mengapa doa Anda lama sekali dikabulkan, seakan-akan Allah menundanya? Padahal, Allah telah berjanji bahwa akan selalu mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya sebagaimana prinsip doa, yaitu ada empat: Dikabulkan saat itu juga, dikabulkan di akhirat, ditunda Allah mengabulkannya, dan akan Allah gantikan dengan yang lebih baik lagi. Itulah janji Allah kepada kita. Berdoa dapat menjadi andalan kita dalam merubah seseorang dan masyarakat setelah kita melakukan aktifitas dakwah kepada mereka. Allah Swt adalah yang menentukan hasil dakwah maksudnya hanya Allah saja yang bisa membukakan hati dan memberi pentunjuk kepada manusia agar lebih taat kepada syariah Islam. Sebagaimana ayat dalam Al Qur’an:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku." (TQS. al-Baqarah [2]: 186)
Sekarang marilah kita sama-sama bermuhasabah diri. Mengapa doa kita sering ditunda? Apakah pernah Anda berpikir seberapa seringkah Anda menunda-nunda panggilan azan? Panggilan azan adalah panggilan Allah, namun kita sering menundanya karena ada pekerjaan pribadi yang dead line mungkin. Begitu pula rasanya jika panggilan-Nya kita tunda juga. Impas, kan?!
Pernahkah Anda berpikir mengapa doa Anda lama sekali dikabulkan, seakan-akan Allah menundanya? Padahal, Allah telah berjanji bahwa akan selalu mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya sebagaimana prinsip doa, yaitu ada empat: Dikabulkan saat itu juga, dikabulkan di akhirat, ditunda Allah mengabulkannya, dan akan Allah gantikan dengan yang lebih baik lagi. Itulah janji Allah kepada kita. Berdoa dapat menjadi andalan kita dalam merubah seseorang dan masyarakat setelah kita melakukan aktifitas dakwah kepada mereka. Allah Swt adalah yang menentukan hasil dakwah maksudnya hanya Allah saja yang bisa membukakan hati dan memberi pentunjuk kepada manusia agar lebih taat kepada syariah Islam. Sebagaimana ayat dalam Al Qur’an:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku." (TQS. al-Baqarah [2]: 186)
Sekarang marilah kita sama-sama bermuhasabah diri. Mengapa doa kita sering ditunda? Apakah pernah Anda berpikir seberapa seringkah Anda menunda-nunda panggilan azan? Panggilan azan adalah panggilan Allah, namun kita sering menundanya karena ada pekerjaan pribadi yang dead line mungkin. Begitu pula rasanya jika panggilan-Nya kita tunda juga. Impas, kan?!
Subscribe to:
Posts (Atom)
